• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Akibat Sampah Yang Menumpuk Dan Menjamurnya Bangunan Liar, Kali Baru Meluap

    Ade Irawan
    Selasa, Maret 18, 2025, 12.40 WIB Last Updated 2025-03-18T05:41:00Z


    Bekasi, koresponden.id - Genangan air semata kaki memenuhi jalan Kali baru di Desa Trdayasakti. Hal itu di sebabkan meluapnya saluran kali baru. Selain semakin mengecilnya Daerah Ailran Sungai (DAS) karena banyaknya bangunan liar (Bangli) dan sampah yang menumpuk juga menjadi penyebab meluapnya Kali baru.


    Sepanjang aliran Kali Baru di dari Desa Mekarsari dan Tridayasakti, Tambun Selatan, banyak berdiri bangunan liar (Bangli). Menjamurnya Bangli disepanjang aliran irigasi tersebut  sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.


    Akibat menjamurnya Bangli di atas aliran itu, permukaan Kali Baru mengalami pendangkalan. Dan mengakibatkan banyaknya sampah hingga lumpur yang mengendap.


    Terbaru, viral video yang memperlihatkan kondisi jalan di Kali Baru banjir. Dalam narasi yang beredar, banjir disebabkan oleh banyaknya Bangli diatas Kali Baru yang menyebabkan kurang maksimalnya aliran air.


    "Banjir akibat bangunan liar. Abis kali ketutup bangunan," kata seorang perekam video yang beredar di WhatsApp, Selasa (18/03/2025).


    Terlihat dalam video, bangli juga telah menutup aliran Kali Baru Tambun Selatan tersebut.


    Diketahui, Pemerintah Desa Tridayasakti pun telah mengeluarkan surat edaran kepada pemilik Bangli untuk menertibkan Banglinya sendiri belum lama ini.


    "Kita sudah keluarkan dan sebarkan surat untuk para pemilik Bangli untuk segera menertibkannya sendiri karena penyebab banjirnya disini adanya ratusan Bangli," kata Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada.


    Dia pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Satpol PP, bisa bekerjasama untuk penertiban Bangli di aliran Kali Baru Tambun Selatan itu.


    Sementara, seorang pemotor yang melintas menyebut, adanya Bangli disepanjang Kali Baru tak hanya menyebabkan pendangkalan kali saja, namun juga kerap meimbulkan kemacetan.


    "Karena banyak bangunan jualan, kadang-kadang macet karena banyak pedagang, dan pembeli pada sembarangan markir motor nya," keluh salah seorang pengguna jalan Ilham Setianugrah.



    Sementara, pantauan dilokasi, disepanjang aliran Kali Baru, terdapat sejumlah titik pendangkalan permukaan air. 
    Hal itu diyakini akan semakin parah karena lumpur yang mengendap dan sampah tidak bisa dibersihkan karena tertutup bangunan.


    "Lama-lama kali nya penuh (sampah) kan susah dibersihinnya karena banyak bangunan diatasnya," ucap Nemin, dilokasi banjir.


    Terpisah Camat Tambun Selatan Sopian  Hadi ketika di hubungi melalui pesan singkat mengatakan bahwa perihal Bangli di Kali Baru sudah sering di bahas dalam rapat Minggon maupun Musrembang.


    "Terkait kali baru, semua pihak terlibat untuk melakukan normalisasi. Baik dari PJT, BBWS, Pemkab, juga Pemprov. Dan itu selalu di bahas pada saat kami melakukan rapat minggon atau musrembang dengan Kepala Desa," ujar Sopian Hadi melalui pesan tertulis.


    Dirinya juga menambahkan, untuk langkah saat ini yang akan di lakukan pihak Kecanatan yaitu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa yang di lalui saluran kalibaru untuk melakukan pekerjaan padat karya untuk membersihkan sampahnya.


    "Ada 4 Desa yang di lalui aliran Kali Baru yaitu Mekarsari, Tridayasakti, Mangunjaya, dan Sumberjaya. Langkah yang di ambil saat ini melakukan pembersihan sampah melalui padat karya, dan di anggarkan dari masing-masing Desa," pungkas Sopian Hadi.


    Warga berharap, pemerintah setempat agar bisa melakukan pembersihan Kali Baru dan juga menertibkan bangunan liar (Bangli) disepanjang aliran Kali Baru, di Tambun Selatan, yang kondisinya semakin menjamur.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini